Hadis adalah salah satu rujukan penting dalam ajaran Islam yang berperan sebagai pedoman setelah Al-Qur’an.
Keberadaannya sangat penting sebagai pedoman hidup umat Muslim dalam memahami ajaran Islam secara lebih mendalam. Namun, bagaimana sebenarnya pengertian hadis menurut para ulama? Apa saja jenis-jenis hadis yang perlu diketahui? Artikel ini akan mengulas secara rinci tentang pengertian hadis menurut ulama dan jenis-jenisnya.
Pengertian Hadis Menurut Ulama
Secara bahasa, hadis berasal dari kata “hadits” (حديث) dalam bahasa Arab yang berarti “baru”, “berita”, atau “perkataan”. Dalam konteks Islam, hadis merujuk pada segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, ketetapan, maupun sifat beliau.
Menurut para ulama, berikut beberapa definisi hadis:
Imam Al-Baghawi – Hadis adalah segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW, baik berupa perkataan, perbuatan, maupun takrir (persetujuan terhadap suatu perbuatan yang dilakukan sahabat).
Imam Ibn Hajar Al-Asqalani – Hadis merupakan segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad SAW, termasuk ucapan, perbuatan, ketetapan, dan sifat-sifatnya.
Imam An-Nawawi – Hadis adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW, baik itu ucapan, perbuatan, maupun ketetapan yang dapat dijadikan sebagai dalil dalam hukum Islam.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa hadis adalah segala bentuk perkataan, perbuatan, dan persetujuan Nabi Muhammad SAW yang menjadi sumber ajaran Islam setelah Al-Qur’an.
Jenis-Jenis Hadis
Para ulama membagi hadis ke dalam beberapa kategori berdasarkan aspek tertentu. Berikut adalah beberapa jenis hadis berdasarkan berbagai sudut pandang:
1. Berdasarkan Kualitas (Tingkat Keaslian)
Jenis hadis ini ditentukan berdasarkan validitas periwayatan dan kredibilitas perawinya. Ada tiga kategori utama:
Hadis Shahih – Hadis yang memiliki sanad (rantai perawi) yang kuat, perawinya adil dan terpercaya, serta tidak bertentangan dengan dalil lain. Contohnya adalah hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Hadis Hasan – Hadis yang sanadnya masih kuat tetapi tidak sekuat hadis shahih. Biasanya perawinya memiliki tingkat kejujuran yang baik, meskipun tidak setinggi perawi hadis shahih.
Hadis Dhaif – Hadis yang lemah karena terdapat kelemahan dalam sanad atau perawinya, seperti adanya perawi yang tidak terpercaya atau terputusnya sanad.
2. Berdasarkan Kuantitas Perawi (Jumlah Periwayat)
Hadis juga dikategorikan berdasarkan jumlah perawinya:
Hadis Mutawatir – Hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi dalam setiap tingkatan sanadnya sehingga tidak mungkin terjadi kebohongan.
Hadis Ahad – Hadis yang jumlah perawinya tidak mencapai derajat mutawatir. Hadis Ahad dibagi lagi menjadi:
Hadis Masyhur (diriwayatkan oleh tiga atau lebih perawi di setiap tingkat sanad)
Hadis Aziz (diriwayatkan oleh dua orang perawi di setiap tingkatan sanad)
Hadis Gharib (diriwayatkan oleh satu orang perawi dalam suatu tingkatan sanad)
3. Berdasarkan Keterhubungan Sanad
Jenis hadis ini diklasifikasikan berdasarkan apakah sanadnya bersambung atau terputus:
Hadis Muttasil – Hadis yang sanadnya bersambung hingga kepada Rasulullah SAW.
Hadis Mursal – Hadis yang perawinya tidak menyebutkan sahabat yang meriwayatkannya dari Nabi SAW.
Hadis Munqathi’ – Hadis yang terdapat satu atau lebih perawi yang terputus dalam sanadnya.
Hadis Mu’allaq – Hadis yang satu atau lebih perawinya di awal sanad hilang atau tidak disebutkan.
4. Berdasarkan Status Perawi
Hadis juga diklasifikasikan berdasarkan kondisi perawinya:
Hadis Maqbul – Hadis yang diterima sebagai hujah dalam penetapan hukum Islam.
Hadis Mardud – Hadis yang ditolak karena adanya cacat dalam sanad atau perawi.
Kesimpulan
Hadis adalah pedoman hukum Islam yang memiliki kedudukan setelah Al-Qur’an dalam menetapkan ajaran agama. Para ulama memberikan definisi hadis sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan Nabi Muhammad SAW, baik ucapan, perbuatan, ketetapan, maupun sifatnya. Hadis dikategorikan dalam berbagai jenis berdasarkan kualitas, jumlah perawi, keterhubungan sanad, dan status perawi. Memahami pengertian hadis menurut ulama dan jenis-jenisnya sangat penting bagi umat Islam agar dapat mengetahui mana hadis yang sahih dan dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian pembahasan mengenai pengertian hadis dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan tentang ilmu hadis dalam Islam.
Ponpes OIC Pengertian Hadis Menurut Ulama


MaasyaAllah.. terimakasih ilmunya ???? barakallah fiikum
Terimakasih atas pujian dan dukungannya