Masjid Cheng Ho hadir sebagai simbol akulturasi Islam dan budaya Tionghoa yang harmonis. Sejarah pembangunannya berakar dari keinginan menghadirkan ruang ibadah yang mencerminkan keberagaman. Artikel ini mengulas latar belakang Masjid Cheng Ho, nilai sejarah yang dibawanya, serta makna pentingnya dalam memperkuat toleransi dan persatuan umat di Indonesia.
Masjid Cheng Ho – Sejarah dan Latar Belakang
Pendahuluan
Masjid Cheng Ho menampilkan perpaduan arsitektur Islam dan budaya Tionghoa yang menjadikannya salah satu masjid unik di Indonesia. Komunitas Muslim mendirikan masjid ini sebagai bentuk penghormatan kepada Laksamana Cheng Ho, penjelajah Muslim dari Tiongkok yang menjalin hubungan erat dengan wilayah Nusantara pada abad ke-15. Selain menjalankan fungsi ibadah, masjid ini juga merepresentasikan harmonisasi antara nilai-nilai Islam dan tradisi budaya Tionghoa di Indonesia.
Sejarah Masjid Cheng Ho
Komunitas Muslim Tionghoa di Surabaya membangun Masjid Cheng Ho pertama kali pada tahun 2002 di Jawa Timur. Melalui Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), komunitas tersebut memprakarsai pembangunan masjid sebagai ruang ibadah dan simbol kebersamaan. Mereka ingin membangun tempat ibadah yang mencerminkan warisan budaya Cheng Ho serta menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan toleran.
Laksamana Cheng Ho, atau Zheng He, menjelajahi berbagai wilayah dunia, termasuk Nusantara, melalui ekspedisi pelayaran Dinasti Ming pada abad ke-15.Dalam ekspedisinya, Cheng Ho membawa pesan damai dan menjalin hubungan dagang serta diplomasi dengan kerajaan-kerajaan yang ia kunjungi. Berbagai catatan sejarah menunjukkan peran Cheng Ho dan krunya dalam menyebarkan Islam ke sejumlah wilayah, termasuk Indonesia.
Masjid Cheng Ho di Surabaya kemudian menginspirasi pembangunan masjid serupa di berbagai kota di Indonesia, seperti Semarang, Palembang, dan Pandaan. Setiap masjid menampilkan arsitektur khas yang memadukan unsur Tionghoa dan Islam serta memperkuat identitas unik masing-masing masjid.
Arsitektur dan Keunikan Masjid Cheng Ho

Masjid Cheng Ho memiliki desain yang unik dengan dominasi warna merah, hijau, dan emas yang khas dalam budaya Tionghoa. Bentuknya menyerupai kelenteng, tetapi tetap mempertahankan fungsi utama sebagai tempat ibadah umat Muslim. Beberapa ciri khas arsitektur masjid ini meliputi:
Gerbang Pintu Masuk
Masjid Cheng Ho memiliki gerbang utama berbentuk pagoda dengan ornamen khas Tionghoa. Gerbang ini melambangkan keterbukaan dan persahabatan, seperti nilai yang dibawa oleh Laksamana Cheng Ho dalam perjalanannya.
Kubah Berbentuk Pagoda
Tidak seperti masjid pada umumnya yang memiliki kubah berbentuk bulat, Masjid Cheng Ho menggunakan desain atap pagoda bertingkat, menyerupai bangunan tradisional Tiongkok.
Kaligrafi Arab dan Aksara Tionghoa
Interior dan eksterior masjid memadukan kaligrafi Arab dengan aksara Tionghoa sebagai simbol akulturasi budaya yang harmonis.
Ornamen Naga dan Burung Hong
Beberapa masjid Cheng Ho juga menampilkan ukiran naga dan burung hong, simbol kebijaksanaan dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa.
Fungsi dan Peran Sosial
Masjid Cheng Ho bukan hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya. Beberapa kegiatan yang sering diadakan di masjid ini meliputi:
- Kajian Islam: Masjid ini sering mengadakan pengajian dan diskusi keislaman yang terbuka untuk semua kalangan.
- Pendidikan: Sejumlah masjid ini mengelola lembaga pendidikan Islam yang berfokus pada pembelajaran agama bagi anak-anak dan kalangan remaja.
- Kegiatan Sosial: Tempat ibadah ini kerap berfungsi sebagai pusat aktivitas sosial, mulai dari pembagian sembako, bakti sosial, hingga penyaluran bantuan bagi kaum dhuafa.
- Dialog Antarbudaya: Masjid ini juga berfungsi sebagai wadah dialog antara komunitas Muslim dan Tionghoa untuk mempererat hubungan dan menghilangkan stereotip negatif.
Masjid Cheng Ho di Beberapa Kota dan Lokasinya
Masjid Cheng Ho Surabaya
- Lokasi: Jalan Gading Nomor 2, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.
- Masjid ini merupakan yang pertama didirikan dan menjadi ikon toleransi di kota Surabaya. Dengan luas sekitar 1.070 meter persegi, masjid ini dapat menampung sekitar 200 jamaah.
Masjid Cheng Ho Semarang
- Lokasi: Jalan Simongan Nomor 129, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah.
- Berlokasi di kompleks Pusat Dakwah Islam Semarang, masjid ini memiliki desain yang hampir serupa dengan versi Surabaya, dengan dominasi warna merah dan hijau.
Masjid Cheng Ho Palembang
- Lokasi: Jalan Jaksa Suprapto, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan.
- Didirikan pada tahun 2008, masjid ini menjadi pusat dakwah Islam bagi komunitas Muslim Tionghoa di Sumatera Selatan.
Masjid Cheng Ho Pandaan
- Lokasi: Jalan Raya Kasri, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
- Terletak di Pasuruan, masjid ini sering dikunjungi wisatawan yang ingin melihat keunikan arsitekturnya.
Kesimpulan
Bangunan ibadah ini menjadi bukti nyata akulturasi budaya Islam dan Tionghoa yang berlangsung harmonis di Indonesia. Dengan arsitektur khas serta nilai sejarah yang kuat, keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga melambangkan toleransi dan keberagaman. Melalui kehadirannya, masjid ini menegaskan bahwa masyarakat Nusantara mengembangkan Islam secara damai, membangun hubungan antarkebudayaan yang erat, serta terus menjaga persatuan dan merawat keberagaman di berbagai daerah.


Leave a Comment